Sabtu, 12 Januari 2013

MAKALAH SOSIOLOGI ISLAM


 BAB I
PENDAHULUAN
        A.     LATAR BELAKANG
Seperti yang kita telah ketahui bahwa begitu banyak budaya yang ada di negara ini dari sejak zaman dahulu kala,sebelum indonesia merdeka. Berbagai budaya diberbagai daerah terutama budaya lokal telah banyak menyatu dengan agama islam yang berkembang di indonesia. Ajaran ajaran islam yang diyakini oleh para umat islam memiliki nilai nilai islam yang mempunyai peran sangat penting untuk mengembangkan kebudayaan islam yang ada. Dengan kehadirannya agama islam dapat memberikan warna dan spirit pada kebudayaan, sedangkan adanya suatu kebudayaan dapat memberikan kekayaan terhadap islam, artinya antara islam dan kebudayaan adalah untuk bisa saling melengkapi dan saling mengokohkan nilai nilai yang terkandung didalamnya.
Seiring dengan berkembangnya wawasan manusia dan peradaban manusia yang semakin modern maka pola pikir manusia dapat menjadi lebih berkembang. Manusia adalah makhluk yang paling tinggi diantara makhluk lainnya yang mempunyai martabat dan harkat yang tinggi  karena manusia mempunyai akal budi. Dengan adanya akal budi manusia mampu menciptakan pengetahuan, teknologi, seni dan keseluruhan yang dihasilkan oleh akal budi untuk tersebut dapat dikelola guna untuk menghasilkan produk produk yang dapat dimanfaatkan oleh manusia guna untuk menuju peradaban yang modern seperti sekarang ini. Jika dikaitkan dengan kebudayaan islam maka manusia merupakan suatu fungsi untuk meneruskan kebudayaan islam dimasa lalu untuk menjalankan peradaban modern. Kebudayaan islam dijadikan sebagai pedoman agar manusia tidak terjerumus dalam hal hal yang negatif dan umat manusia dapat memahami betapa pentingnya mempelajari kebudayaan islam agar kita sebagai umat manusia dapat mengetahui tentang bagaimana kebudayaan islam yang sesungguhnya, dan pada makalah ini kami berusaha untuk membahas sedikit tentang “kebudayaan islam”.
B. RUMUSAN MASALAH
1.       Apa pengaruh kebudayaan islam bagi manusia ?
2.       Bagaimanakah kebudayaan islam ?
3.       Bagaimana sejarah intelektual islam ?
C.      MANFAAT
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini :
1.       Manusia sebagai makhluk yang sempurna dapat mengembangkan kemampuannya yang berlandasan pada al-qur’an.
2.       Manusia dapat menyesuaikan diri dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran sejarah kebudanyaan islam.
3.       Dan kita dapat mengetahui bagaimana kebudayaan islam yang ada di indonesia.
D.       TUJUAN
1.       Untuk mengetahui tentang kebudayaan islam.
2.       Untuk mengetahui nilai nilai kebudayaan dalam islam.
3.       Untuk mengetahui bagaimana masjid menjadi pusat peradaban islam.
    BAB II
        PEMBAHASAN
A. KEBUDAYAAN ISLAM
1. Pengertian Kebudayaan
          Kebudayaan menurut selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sedangkan kebudayaan menurut Edward B.Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Dari definisi definisi diatas dapat diperoleh suatu pengertian mengenai suatu kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda benda atau bangunan bangunan yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda benda yang bersifat nyata, pola pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain lain yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2. UNSUR UNSUR KEBUDAYAAN
          Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut :
Ø  Bronislow Molinowski mengatakan bahwa ada 4 unsur pokok yang meliputi :
·         Sistem norma sosial yang memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
·         Alat alat atau lembaga lembaga untuk pendidikan ( pendidikan dari keluarga adalah lebih utama)
·         Organisasi politik
·         Organisasi ekonomi
Ø  Melville j.Hereskovits, mengatakan bahwa kebudayaan memiliki 4 unsur yang pokok, yaitu :
·         Sistem ekonomi
·         Alat alat teknologi
·         Kekuasaan politik
·         Keluarga
3. Pengertian Kebudayaan Islam
          
           Seperti yang kamu ketahui pada bagian sebelumnya bahwa pengertian kebudayaan secara sederhana dapat dipahami sebagai keseluruhan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dan digunakan sebagai pedoman untuk memahami lingkungannya dan sebagai pedoman untuk mewujudkan tindakan dalam menghadapi lingkungannya. Kebudayaan Islam merupakan keseluruhan aktivitas manusia muslim dan hasilnya yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Karena kebudayaan Islam dilandasi atas agama Islam, maka kebudayaan Islam memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan kebudayaan lain. Keunikan itu dapat dilihat dari adanya keinginan kuat mempertahankan moral atau akhlak dalam menciptakan suatu kebudayaan Islam, selain selalu dikaitkan dengan keberadaan Tuhan, toleransi, persaudaraan, kewajiban menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Sebagai salah satu contoh, pembangunan masjid dengan segala arsitekturnya, merupakan bentuk perwujudan dari kreativitas umat Islam dalam pengabdiannya kepada Allah SWT. Pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya, merupakan penerapan dari ajaran Islam yang mengharuskan umat Islam melakukan pembacaan atau riset terhadap alam dan segala isinya.

4. Wujud Kebudayaan Islam
         
             Wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenighman, dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan ( wujud ideal ), tindakan ( aktivitas ), dan artefak ( karya ), maka wujud kebudayaan Islam juga tidak lepas dari tiga unsur tersebut. Hanya saja, wujud kebudayaan Islam selalu bernafaskan ajaran Islam dalam setiap penciptaan dan kreasi umat Islam. dalam bentuk gagasan, yaitu wujud ideal, maka bentuk kebudayaan Islam terdapat dalam alam pemikiran masyarakat muslim. Jika masyarakat muslim menyatakan gagasannya dalam bentuk tulisan, maka lokasi kebudayaan Islam berada dalam karangan atau karya para penulis muslim.
Dalam catatan sejarah Islam, banyak lahir tokoh-tokoh pemikir muslim yang mewujudkan pemikirannya dalam bentuk karya tulis, seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, al- Rasi, Ibn Rusyd, dan lain-lain. Karya mereka hingga kini masih dapat dibaca oleh masyarakat dunia. Begitu juga wujud kedua, yaitu aktivitas, yang melahirkan norma-norma dan perilaku yang didasari atas ajaran Islam, dan wujud ketiga, yaitu artefak, wujud kebudayaan fisik berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karyasemua manusia dalam masyarakat.



B. ISLAM DALAM BUDAYA INDONSIA
             Tumbuh kembangnya negara islam diolah sedemikian rupa oleh para juru dakwah dengan berbagai cara, baik melalui bahasa maupun budaya, seperti yang telah dilakukan oleh para wali Allah SWT di pulau jawa. Para wali Allah di berbagai daerah yang ada dijawa, mereka dapat menerapkan ajaran ajaran islam melalui bahasa maupun budaya yang ada di dikehidupan masyarakat setempat.                                                                
            
             Sedikit demi sedikit dan dengan cara yang lembut, perlahan lahan para wali Allah memasukan nilai nilai islam dalam budaya budaya yang ada di masyarakat, sehingga secara tidak sengaja masyarakat telah memperoleh nilai nilai yang terkandung dalam agama islam, yang akhirnya semua nilai nilai islam yang telah menyatu dalam budaya masyarakt setempat dapat dikemas dan berubah menjadi adat istiadat dalam kehidupan sehari hari, dan secara langsung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan kebudayaan yang ada diindonesia. Misalnya, setiap diadakan upacara adat selalu menggunakan bahasa arab ( al-quran ), yang secara langsung telah masuk ke dalam bahasa daerah dan indonesia, hal tersebut tidak disadari bahwa yang dilaksanakan adalah ajaran ajaran yang ada didalam agama islam.  Begitu juga dengan ajaran islam yang komprehensif, seperti dilaksanakannya hari raya i’dul fitri 1 syawal yang sebenarnya pada awalnya dirayakan secara serentak dan bersama oleh seluruh umat islam dimanapun mereka berada, namun kemudian yang berkembang di indonesia bahwa segenap lapisan masyarakat tanpa pandang bulu dengan tidak memandang agama dan keyakinannya secara bersama sama mengadakan syawalan ( halal bi halal ) selama satu bulan penuh dalam bulan syawal, hal inilah yang pada hakekatnya berawal dari ajaran islam, yaitu mewujudkan ikatan persaudaraan antar sesama dengan cara saling bersilaturahmi satu sama lain, sehingga dapat terjalin hubungan akrab antar sesama maupun dalam keluarga.
               Berkaitan dengan nilai nilai kebudayaan yang lain juga dapat dikemukakan sesuai dengan perkembangan zaman terutama pada ciri dan corak kebudayaan seperti bangunan pada masjid-masjid yang ada diindonesia yang dibangun dengan menggunakan ciri yang khas di dalam daerah daerah setempat. Nilai nilai yang ada dalam islam sangat mempengaruhi pada adanya pertumbuhan bangunan-bangunan yang abstrak dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
              Perkembangan budaya islam yang terdapat pada masjid secara nyata dapat ditunjukan dengan adanya masjid masjid tua yang kemudian diperbaiki dengan ditambahkan konstruksi baru. Hal tersebut dapat dicontohkan beberapa masjid di indonesia yang menambah bangunan seperti, masjid menara kudus dengan bagian depan bangunan masjid berwujud pintu gerbang dan kubah dengan gaya arsitektur kayu indonesia, kemudian masjid di sumenep madura yang bangunan pintu gerbangnya bergaya arsitektur eropa, dan masjid di sumatra barat dengan pembangunan puncak tumbang dengan mahkota kubah.
            Islam sebagai agama rahmatan lil alamin dapat dilihat dalam segala aspek kehidupan masyarakat di indonesia, baik dalam aspek sosial, politik, ekonomi, dan agama sehingga nilai nilai islam yang terdapat dalam kebudayaan indonesia secara keseluruhan tidak dapat dihindari, hal ini sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan tentang kebudayaan islam yang ada di indonesia.

C. NILAI NILAI ISLAM DALAM BUDAYA INDONESIA
           Di zaman modern ada satu fenomena yang menarik untuk kita simak bersama yaitu semangat dan pemahaman sebagian generasi muda umat islam yang mempelajari dan mengamalkan ajaran- ajaran islam. Mereka berpandangan bahwa islam yang benar adalah segala sesuatu yang ditampilkan oleh baginda Nabi Muahammad Saw, secara utuh termasuk pada nilai nilai budaya arabnya. Kita sepakat bahwa Nabi Muhammad Saw adalah Rasul Allah dan kita tahu bahwa islam itu lebih dari beliau, dan orang yang mengingkari kerasulannya adalah kafir.
         Nabi muhammad Saw adalah rasul Allah Swt dan perlu di ingat pula bahwa beliau adalah orang arab, dalam kajian budaya sudah barang tentu apa yang ditampilkan dalam kehidupannya terdapat nilai nilai budaya lokal. Sedangkan nila nilai keislaman adalah bersifat universal. Maka dari itu, sangat di mungkinkan apa yang di contohkan oleh nabi dalam hal mua’malah ada nuansa nuansa yang dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan modern dan disesuaikan dengan muatan budaya lokal masing masing. Contohnya dalam cara berpakaian. Dalam ajaran islam sendiri meniru budaya suatu kaum yang lain boleh boleh saja selama tidak bertentangan dengan nilai nilai dasar dalam islam. Apalagi yang ditirunya adalah panutan suci Nabi Muhammad Saw, namun yang tidak boleh adalah menganggap bahwa nilai nilai budaya arabnya dipandang sebagai ajaran islam. Seperti perkembangan dakwah islam melalui bahasa dan budaya, sebagaimana yang telah di lakukan oleh para wali Allah di tanah jawa. Karena kehebatan para wali Allah dalam mengemas ajaran islam dengan bahasa dan buadaya setempat, sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa nilai nilai islam telah masuk dan menjadi tradisi dalam kehidupan sehari hari.

D. MASJID SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM
          Masjid berasal dari istilah sajada yasjudu yang mengandung arti bersujud atau sembahyang. Masjid merupakan rumah Allah ( Baitullah ), sehingga orang yang masuk masjid di perintahkan untuk shalat sunnah tahiyyatul masjid (menghormati masjid) sebanyak dua rakaat. Nabi Saw bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud r.a : “ jika seseorang memasuki masjid jangan dulu duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat”.
        Masjid pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu pada tahun 622 bulan Rabiulawal tahun I hijriyah bertepatan dengan awal mula Nabi Muhammad Saw bertempat tinggal di madinah, masjid tersebut adalah masjid madinah (Masjid Nabawi), adalah masjid utama ketiga sesudah masjidil haram dan masjidil aqsha. 
           Sebagian besar masyarakat memahami masjid sebagai sarana atau tempat untuk ibadah, terutama untuk shalat, padahal sebenarnya masjid memiliki fungsi yang sangat luas daripada sekedar untuk shalat. Pada awal berdirinya masjid, fungsi masjid belum berpindah dari fungsi yang utama yaitu melakukan shalat, namun perlu diketahui pada zaman Rasulullah Saw masjid di manfaatkan sebagai pusat peradaban dan kebudayaan islam. Nabi Muhammad Saw menumbuh kembangkan agama islam termasuk di dalamnya mengajarkan al-qur’an, al hadist, dan bermusyawarah untuk mufakat dalam usaha menyelesaikan berbagai macam persoalan umat islam, membina sikap dasar orang islam kepada orang orang non muslim, sehingga segala macam ikhtiar untuk mengembangkan umat islam justru berasal dari masjid. Masjid juga digunakan sebagai ajang pengumuman hal hal penting yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan umat islam.
            Selain itu masjid juga berfungsi sebagai tempat sosial, yang dipergunakan seperti hotel bagi seseorang yang sedang mengadakan perjalanan, hal itu juga pernah dialami oleh seorang budak wanita yang baru di bebaskan, karena tidak memiliki rumah kemudian ia mendirikan kemah dihalaman masjid. Orang orang mengumandangkan ayat ayat al qur’an di dalam masjid dengan suara merdu dan lagu lagu yang islami.
           Asas asas islam yang di dalamnya mengandung kepustakaan dapat dilihat pada turunnya wahyu yang pertama, surat Al-Alaq : 1-5 yang artinya Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmu lah yang Maha Pemurah Yang Maha Mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang manusia tidak mengetahuinya. Ayat tersebut menjelaskan, bahwa tempat bersandar kepustakaan adalah membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan pertanda bagi lahirnya kepustakaan islam sesudah wafatnya Nabi. Kepustakaan islam adalah pusat pendidikan, pengajaran, dan dakwah islam. Pada waktu Nabi Muahammad masih hidup masjid merupakan perpustakaan sekaligus sebagai gudang ilmu.
            Sejarah pertumbuhan bangunan masjid berkaitan erat dengan perkembangan daerah islam dan kota kota baru. Pada waktu awal islam berkembang ke berbagai negara, umat islam bertempat tinggal di tempat yang baru, dengan menggunakan sarana masjid sebagai ajang untuk kepentingan sosial. Masjid juga merupakan bentuk pengejewantahan tumbuhnya kebudayaan islam yang demikian penting.
           Konstruksi bangunan masjid yang indah dapat ditemukan di spanyol, india, suria, kairo, bagdad serta serta beberapa daerah di Afrika juga merupakan pertanda sejarah monumen umat islam yang pernah mengalami zaman keemasan pada bidang teknologi, konstruksi, seni dan ekonomi. Seni arsitektur masjid tidak terlepas dari pengaruh seni arsitektur Arab, Persia, Byzantium, India, Mesir, dan Ghotik. Bangunan dan ciri khas arsitektur masjid, semenjak zaman khalifah sampai saat ini terdapat perbedaan anatara satu dengan yang lainnya. Tetapi secara keseluruhan dilandasi adanya jiwa ketauhidan dan perwujudan rasa cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT.
E. KONSEP IPTEKS DALAM AL QUR’AN
          Secara etimologis ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang suatu kata ilmu dalam berbagai bentuknya. kata ilmu terulang 854 kali dalam al qur’an. Kata ini dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Munculnya berbagai macam ilmu pengetahuan yang semakin meluas disebabkan semakin berkembangnya objek forma yang diiringi oleh kemajuan aktifitas dan daya nalar manusia.
         Sebagai pengembangan daya pikir, ilmu adalah produk akal manusia yang mempunyai sifat relatif, sehingga tidak ada istilah final dalam suatu produk ilmu pengetahuan. Begitu juga kebenaran ilmu pengetahuan tidak ada yang bersifat mutlak dan pasti, sehingga terbuka kesempatan setiap saat untuk memperbaiki atau memperbaharuinya.
          Dalam pandangan islam, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk yang lainnnya, guna untuk menjalankan fungsi kekhalifahan. Seperti yang telah dijelaskan dalam firman Allah : “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu malaikat berkata : “sebutkanlah kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang orang yang benar”. Kemudian Allah berfirman : “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”.











          BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengertian kebudayaan adalah sesuatu yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan kebudayaan Islam adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia (segala tindakan dan sikap seseorang) untuk merealisasikan pokok ajaran Islam dalam kehidupan, yang diperoleh dan dikerjakan dengan menggunakan hasil pendapat budi pekerti yang didasari oleh Alquran dan hadits dengan tujuan untuk mencapai kesempurnaan.
Jadi dalam kebudayaan islam banyak mengandung nilia-nilai agama yang bersifat Universal dan dapat kita jadikan percontohan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja tetapi ia juga memiliki fungsi sebagai pusat peradaban islam.
Dakwah Islam ke Indonesia lengkap dengan seni dan kebudayaannya, maka Islam tidak lepas dari budaya Arab. Permulaan berkembangnya Indonesia, dirasakan demikian sulit untuk mengantisipasi adanya perbedaan antara ajaran Islam dengan kebudayaan Arab.




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B.    Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
C.   Manfaat. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
D.   Tujuan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB II PEMBAHASAN
         A.  Kebudayaan Islam. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
         B.  Islam Dalam Budaya Indonesia  . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
         C.  Nilai-Nilai Islam Dalam Budaya Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
         D.  Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
         E.  Konsep Ipteks Dalam Al Qur’an . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .





DAFTAR PUSTAKA




Ø   


KATA PENGANTAR



 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian  kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini                            ( Kebudayaan dan Islam ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.


Yogyakarta,9 Oktober 2012



Penyusun



KATA PENGANTAR



 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian  kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini                            ( Kebudayaan dan Islam ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.


Yogyakarta,8 Oktober 2012



Penyusun



Tidak ada komentar:

Posting Komentar