Kamis, 25 Oktober 2012

Kesedihan di Malam Yang Suci

Allahu akbar....Allahu akbar....Allahu akbar
Laailahaillallah Huwallahu akbar ...
Allahu Akbar Walillahilham .

       Hati ku tergetar mendengar lantunan takbir dari setiap masjid disekitar kost. di malam yang suci ini pada malam takbir menjelang i'dul adha ini hati ku merasa terhanyut sedih dan terharu. di malam takbir kali ini aku hanya sendiri di temani angin dan awan hitam yogyakarta. hati ku merasa sangat sedih tak bisa berkumpul bersama keluarga dirumah, tak bisa ikut takbiran dimasjid dirumah bersama teman dekat dan keluarga. meski dalam kesendirian tapi aku menikmati malam ini dengan hati yang sejuk dan damai bersama iringan dan lantunan takbir yang terdengar dari berbagai kompas.
Tadi sebelum aku menunaikan jama'ah isya dimasjid aku menulis pesan untuk ortu, aku menuliskan beberapa patah kata saja, yaitu minta maaf dan selamat hari raya i'dul adha untuk ortu ku dirumah, semoga Allah selalu menyertai kalian dalam kebaikan, dan semoga Allah selalu
menjaga dan memberi kesehatan serta selalu melimpahkan rizki-NYA pada ayah dan ibu.
Pada malam ini aku teringat akan nasehat-nasehat orangtuaku. aku merasa terlalu banyak dosa dan selalu membani kedua orangtuaku. "Ya Allah ampunilah dosa hamba dan juga ampunilah dosa-dosa kedua orangtua hamba".Amien Ya Rabbala'lamin. Ya Allah ampunilah juga dosa-dosa nenek hamba, berikan nenek hamba kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dan juga
berilah keringanan dan juga kesembuhan pada penyakit nenek hamba. amien ".
sebagai seorang anak yang berbakti pada orangtua aku akan berusaha demi orangtuaku dan demi masa depanku aku akan berjuang dalam menembus badai lautan ilmu tanpa pengkhianatan. jerih payah dan pengorbanan orangtuaku harus aku balas sebagai tanda baktiku kepada mereka ,terutama yang selalu aku hormati kepada ibuku tersayang, aku akan berjuang untukmu bu.

"iringilah setiap langkahku dalam menuntut ilmu dengan lantunan do'a dari mu bu".
"ALLAHUAKBAR WALILLAHILHAM "
Biarlah suara takbir dan angin malam yang menemaniku dimalam yang suci ini,meski hatiku terpenjara dengan kesedihan.

Senin, 22 Oktober 2012

Orasi Deklarasi

 Korp Blangkon Lahir Menggalang Perubahan Baru
  22/10/2012

"Salam pergerakan ...."!!!
"Salam mahasiswa ...."!!!

 "Sumpah mahasiswa mahasiswi indonesia"
 kami mahasiswa mahasiswi indonesia bersumpah,
 bertanah air satu tanah air tanpa penindasan,
 kami mahasiswa mahasiswi indonesia bersumpah,
 berbangsa satu bangsa yang gandrung akan keadilan,
 kami mahasiswa mahasiswi indonesia bersumpah,
 berbahasa satu bahasa tanpa kebohongan.

     Sbwlumnya kami minta maaf, apabila adanya kegiatan kami ini mengganggu jalannya aktivitas teman-teman mahasiswa semuanya.
Kami berdiri disini disini bukan tanpa niat,
kami berdiri disini bukan tanpa tujuan dan bukan untuk ke sia-siaan waktu semata,
Pada hari ini kami ingin mendeklarasikan wujud kami sebagai taring baru sekaligus benih-benih baru yang terkumpul dan menyatu dalam satu tubuh PMII, dengan ber-ruh segar dan dengan jiwa baru yang diisi dengan kobaran-kobaran semangat revolusi, dan yang akan membakar berbagai bentuk ketimpangan dan ketidak adilan di negeri ini.
Hari ini adalah hari yang akan menjadi sejarah baru bagi kita semua, dengan penuh rasa bangga dan rasa syukur kita pada yang maha kuasa, bahwa telah lahir korp "Blangkon"dari rahim PMII Rayon Humaniora Park pada tanggal 1 oktober 2012.
Kami adalah resistor-resistor dalam tubuh PMII, yang akan menancapkan akar-akar perubahan pada bangsa dan negeri ini dan kita sekaligus sebagai api revolusi yang akan membumi hanguskan berbagai macam diskriminasi serta yang akan membendung berbagai macam degradasi dalam negeri ini.
Disini kami mengajak sahabat-sahabat semuanya untuk menyatukan jari jemari kita.
mari kita bersatu dalam pergerakan mahasiswa islam indonesia,
kita bersatu untuk menegakkan keadilan,
kita bersatu untuk suatu perubahan secara signifikan,
dan kita bersatu demi kemajuan bangsa dan negara indonesia ini.

Sabtu, 20 Oktober 2012

makalah kebudayaan islam


MAKALAH
KEBUDAYAAN DAN ISLAM
KELOMPOK III
Disusun Oleh :
1. Dain Nur Rafita A.R                  (12720042)
2. Fitriyah Rosyidah Jamil             (12720043)
3. Misbahul Munir                          (12720044)
4.  Asep Mahfud                             (12720045 )
Matakuliah          : Sosiologi Islam
Fakultas              : Ilmu Sosial Dan Humaniora
Jurusan               : Sosiologi
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
YOGYAKARTA
2012



KATA PENGANTAR



 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian  kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini                            ( Kebudayaan dan Islam ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.


Yogyakarta,8 Oktober 2012



Penyusun


 
 BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Seperti yang kita telah ketahui bahwa begitu banyak budaya yang ada di negara ini dari sejak zaman dahulu kala,sebelum indonesia merdeka. Berbagai budaya diberbagai daerah terutama budaya lokal telah banyak menyatu dengan agama islam yang berkembang di indonesia. Ajaran ajaran islam yang diyakini oleh para umat islam memiliki nilai nilai islam yang mempunyai peran sangat penting untuk mengembangkan kebudayaan islam yang ada. Dengan kehadirannya agama islam dapat memberikan warna dan spirit pada kebudayaan, sedangkan adanya suatu kebudayaan dapat memberikan kekayaan terhadap islam, artinya antara islam dan kebudayaan adalah untuk bisa saling melengkapi dan saling mengokohkan nilai nilai yang terkandung didalamnya.
Seiring dengan berkembangnya wawasan manusia dan peradaban manusia yang semakin modern maka pola pikir manusia dapat menjadi lebih berkembang. Manusia adalah makhluk yang paling tinggi diantara makhluk lainnya yang mempunyai martabat dan harkat yang tinggi  karena manusia mempunyai akal budi. Dengan adanya akal budi manusia mampu menciptakan pengetahuan, teknologi, seni dan keseluruhan yang dihasilkan oleh akal budi untuk tersebut dapat dikelola guna untuk menghasilkan produk produk yang dapat dimanfaatkan oleh manusia guna untuk menuju peradaban yang modern seperti sekarang ini. Jika dikaitkan dengan kebudayaan islam maka manusia merupakan suatu fungsi untuk meneruskan kebudayaan islam dimasa lalu untuk menjalankan peradaban modern. Kebudayaan islam dijadikan sebagai pedoman agar manusia tidak terjerumus dalam hal hal yang negatif dan umat manusia dapat memahami betapa pentingnya mempelajari kebudayaan islam agar kita sebagai umat manusia dapat mengetahui tentang bagaimana kebudayaan islam yang sesungguhnya, dan pada makalah ini kami berusaha untuk membahas sedikit tentang “kebudayaan islam”.
B. RUMUSAN MASALAH
1.       Apa pengaruh kebudayaan islam bagi manusia ?
2.       Bagaimanakah kebudayaan islam ?
3.       Bagaimana sejarah intelektual islam ?
C.      MANFAAT
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini :
1.       Manusia sebagai makhluk yang sempurna dapat mengembangkan kemampuannya yang berlandasan pada al-qur’an.
2.       Manusia dapat menyesuaikan diri dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran sejarah kebudanyaan islam.
3.       Dan kita dapat mengetahui bagaimana kebudayaan islam yang ada di indonesia.
D.       TUJUAN
1.       Untuk mengetahui tentang kebudayaan islam.
2.       Untuk mengetahui nilai nilai kebudayaan dalam islam.
3.       Untuk mengetahui bagaimana masjid menjadi pusat peradaban islam.
BAB II
        PEMBAHASAN
A. KEBUDAYAAN ISLAM
1. Pengertian Kebudayaan
          Kebudayaan menurut selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sedangkan kebudayaan menurut Edward B.Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Dari definisi definisi diatas dapat diperoleh suatu pengertian mengenai suatu kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda benda atau bangunan bangunan yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda benda yang bersifat nyata, pola pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain lain yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2. UNSUR UNSUR KEBUDAYAAN
          Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut :
Ø  Bronislow Molinowski mengatakan bahwa ada 4 unsur pokok yang meliputi :
·         Sistem norma sosial yang memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
·         Alat alat atau lembaga lembaga untuk pendidikan ( pendidikan dari keluarga adalah lebih utama)
·         Organisasi politik
·         Organisasi ekonomi
Ø  Melville j.Hereskovits, mengatakan bahwa kebudayaan memiliki 4 unsur yang pokok, yaitu :
·         Sistem ekonomi
·         Alat alat teknologi
·         Kekuasaan politik
·         Keluarga
3. Pengertian Kebudayaan Islam
          
           Seperti yang kamu ketahui pada bagian sebelumnya bahwa pengertian kebudayaan secara sederhana dapat dipahami sebagai keseluruhan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dan digunakan sebagai pedoman untuk memahami lingkungannya dan sebagai pedoman untuk mewujudkan tindakan dalam menghadapi lingkungannya. Kebudayaan Islam merupakan keseluruhan aktivitas manusia muslim dan hasilnya yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Karena kebudayaan Islam dilandasi atas agama Islam, maka kebudayaan Islam memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan kebudayaan lain. Keunikan itu dapat dilihat dari adanya keinginan kuat mempertahankan moral atau akhlak dalam menciptakan suatu kebudayaan Islam, selain selalu dikaitkan dengan keberadaan Tuhan, toleransi, persaudaraan, kewajiban menuntut dan
mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Sebagai salah satu contoh, pembangunan masjid dengan segala arsitekturnya, merupakan bentuk perwujudan dari kreativitas umat Islam dalam pengabdiannya kepada Allah SWT. Pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya, merupakan penerapan dari ajaran Islam yang mengharuskan umat Islam melakukan pembacaan atau riset terhadap alam dan segala isinya.

4. Wujud Kebudayaan Islam
         
             Wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenighman, dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan ( wujud ideal ), tindakan ( aktivitas ), dan artefak ( karya ), maka wujud kebudayaan Islam juga tidak lepas dari tiga unsur tersebut. Hanya saja, wujud kebudayaan Islam selalu bernafaskan ajaran Islam dalam setiap penciptaan dan kreasi umat Islam. dalam bentuk gagasan, yaitu wujud ideal, maka bentuk kebudayaan Islam terdapat dalam alam pemikiran masyarakat muslim. Jika masyarakat muslim menyatakan gagasannya dalam bentuk tulisan, maka lokasi kebudayaan Islam berada dalam karangan atau karya para penulis muslim.
Dalam catatan sejarah Islam, banyak lahir tokoh-tokoh pemikir muslim yang mewujudkan pemikirannya dalam bentuk karya tulis, seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, al- Rasi, Ibn Rusyd, dan lain-lain. Karya mereka hingga kini masih dapat dibaca oleh masyarakat dunia. Begitu juga wujud kedua, yaitu aktivitas, yang melahirkan norma-norma dan perilaku yang didasari atas ajaran Islam, dan wujud ketiga, yaitu artefak, wujud kebudayaan fisik berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karyasemua manusia dalam masyarakat.



B. ISLAM DALAM BUDAYA INDONSIA
             Tumbuh kembangnya negara islam diolah sedemikian rupa oleh para juru dakwah dengan berbagai cara, baik melalui bahasa maupun budaya, seperti yang telah dilakukan oleh para wali Allah SWT di pulau jawa. Para wali Allah di berbagai daerah yang ada dijawa, mereka dapat menerapkan ajaran ajaran islam melalui bahasa maupun budaya yang ada di dikehidupan masyarakat setempat.                                                                
            
             Sedikit demi sedikit dan dengan cara yang lembut, perlahan lahan para wali Allah memasukan nilai nilai islam dalam budaya budaya yang ada di masyarakat, sehingga secara tidak sengaja masyarakat telah memperoleh nilai nilai yang terkandung dalam agama islam, yang akhirnya semua nilai nilai islam yang telah menyatu dalam budaya masyarakt setempat dapat dikemas dan berubah menjadi adat istiadat dalam kehidupan sehari hari, dan secara langsung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan kebudayaan yang ada diindonesia. Misalnya, setiap diadakan upacara adat selalu menggunakan bahasa arab ( al-quran ), yang secara langsung telah masuk ke dalam bahasa daerah dan indonesia, hal tersebut tidak disadari bahwa yang dilaksanakan adalah ajaran ajaran yang ada didalam agama islam.  Begitu juga dengan ajaran islam yang komprehensif, seperti dilaksanakannya hari raya i’dul fitri 1 syawal yang sebenarnya pada awalnya dirayakan secara serentak dan bersama oleh seluruh umat islam dimanapun mereka berada, namun kemudian yang berkembang di indonesia bahwa segenap lapisan masyarakat tanpa pandang bulu dengan tidak memandang agama dan keyakinannya secara bersama sama mengadakan syawalan ( halal bi halal ) selama satu bulan penuh dalam bulan syawal, hal inilah yang pada hakekatnya berawal dari ajaran islam, yaitu mewujudkan ikatan persaudaraan antar sesama dengan cara saling bersilaturahmi satu sama lain, sehingga dapat terjalin hubungan akrab antar sesama maupun dalam keluarga.
               Berkaitan dengan nilai nilai kebudayaan yang lain juga dapat dikemukakan sesuai dengan perkembangan zaman terutama pada ciri dan corak kebudayaan seperti bangunan pada masjid-masjid yang ada diindonesia yang dibangun dengan menggunakan ciri yang khas di dalam daerah daerah setempat. Nilai nilai yang ada dalam islam sangat mempengaruhi pada adanya pertumbuhan bangunan-bangunan yang abstrak dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
              Perkembangan budaya islam yang terdapat pada masjid secara nyata dapat ditunjukan dengan adanya masjid masjid tua yang kemudian diperbaiki dengan ditambahkan konstruksi baru. Hal tersebut dapat dicontohkan beberapa masjid di indonesia yang menambah bangunan seperti, masjid menara kudus dengan bagian depan bangunan masjid berwujud pintu gerbang dan kubah dengan gaya arsitektur kayu indonesia, kemudian masjid di sumenep madura yang bangunan pintu gerbangnya bergaya arsitektur eropa, dan masjid di sumatra barat dengan pembangunan puncak tumbang dengan mahkota kubah.
            Islam sebagai agama rahmatan lil alamin dapat dilihat dalam segala aspek kehidupan masyarakat di indonesia, baik dalam aspek sosial, politik, ekonomi, dan agama sehingga nilai nilai islam yang terdapat dalam kebudayaan indonesia secara keseluruhan tidak dapat dihindari, hal ini sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan tentang kebudayaan islam yang ada di indonesia.

C. NILAI NILAI ISLAM DALAM BUDAYA INDONESIA
           Di zaman modern ada satu fenomena yang menarik untuk kita simak bersama yaitu semangat dan pemahaman sebagian generasi muda umat islam yang mempelajari dan mengamalkan ajaran- ajaran islam. Mereka berpandangan bahwa islam yang benar adalah segala sesuatu yang ditampilkan oleh baginda Nabi Muahammad Saw, secara utuh termasuk pada nilai nilai budaya arabnya. Kita sepakat bahwa Nabi Muhammad Saw adalah Rasul Allah dan kita tahu bahwa islam itu lebih dari beliau, dan orang yang mengingkari kerasulannya adalah kafir.
         Nabi muhammad Saw adalah rasul Allah Swt dan perlu di ingat pula bahwa beliau adalah orang arab, dalam kajian budaya sudah barang tentu apa yang ditampilkan dalam kehidupannya terdapat nilai nilai budaya lokal. Sedangkan nila nilai keislaman adalah bersifat universal. Maka dari itu, sangat di mungkinkan apa yang di contohkan oleh nabi dalam hal mua’malah ada nuansa nuansa yang dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan modern dan disesuaikan dengan muatan budaya lokal masing masing. Contohnya dalam cara berpakaian. Dalam ajaran islam sendiri meniru budaya suatu kaum yang lain boleh boleh saja selama tidak bertentangan dengan nilai nilai dasar dalam islam. Apalagi yang ditirunya adalah panutan suci Nabi Muhammad Saw, namun yang tidak boleh adalah menganggap bahwa nilai nilai budaya arabnya dipandang sebagai ajaran islam. Seperti perkembangan dakwah islam melalui bahasa dan budaya, sebagaimana yang telah di lakukan oleh para wali Allah di tanah jawa. Karena kehebatan para wali Allah dalam mengemas ajaran islam dengan bahasa dan buadaya setempat, sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa nilai nilai islam telah masuk dan menjadi tradisi dalam kehidupan sehari hari.

D. MASJID SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM
          Masjid berasal dari istilah sajada yasjudu yang mengandung arti bersujud atau sembahyang. Masjid merupakan rumah Allah ( Baitullah ), sehingga orang yang masuk masjid di perintahkan untuk shalat sunnah tahiyyatul masjid (menghormati masjid) sebanyak dua rakaat. Nabi Saw bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud r.a : “ jika seseorang memasuki masjid jangan dulu duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat”.
        Masjid pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu pada tahun 622 bulan Rabiulawal tahun I hijriyah bertepatan dengan awal mula Nabi Muhammad Saw bertempat tinggal di madinah, masjid tersebut adalah masjid madinah (Masjid Nabawi), adalah masjid utama ketiga sesudah masjidil haram dan masjidil aqsha. 
           Sebagian besar masyarakat memahami masjid sebagai sarana atau tempat untuk ibadah, terutama untuk shalat, padahal sebenarnya masjid memiliki fungsi yang sangat luas daripada sekedar untuk shalat. Pada awal berdirinya masjid, fungsi masjid belum berpindah dari fungsi yang utama yaitu melakukan shalat, namun perlu diketahui pada zaman Rasulullah Saw masjid di manfaatkan sebagai pusat peradaban dan kebudayaan islam. Nabi Muhammad Saw menumbuh kembangkan agama islam termasuk di dalamnya mengajarkan al-qur’an, al hadist, dan bermusyawarah untuk mufakat dalam usaha menyelesaikan berbagai macam persoalan umat islam, membina sikap dasar orang islam kepada orang orang non muslim, sehingga segala macam ikhtiar untuk mengembangkan umat islam justru berasal dari masjid. Masjid juga digunakan sebagai ajang pengumuman hal hal penting yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan umat islam.
            Selain itu masjid juga berfungsi sebagai tempat sosial, yang dipergunakan seperti hotel bagi seseorang yang sedang mengadakan perjalanan, hal itu juga pernah dialami oleh seorang budak wanita yang baru di bebaskan, karena tidak memiliki rumah kemudian ia mendirikan kemah dihalaman masjid. Orang orang mengumandangkan ayat ayat al qur’an di dalam masjid dengan suara merdu dan lagu lagu yang islami.
           Asas asas islam yang di dalamnya mengandung kepustakaan dapat dilihat pada turunnya wahyu yang pertama, surat Al-Alaq : 1-5 yang artinya Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmu lah yang Maha Pemurah Yang Maha Mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang manusia tidak mengetahuinya. Ayat tersebut menjelaskan, bahwa tempat bersandar kepustakaan adalah membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan pertanda bagi lahirnya kepustakaan islam sesudah wafatnya Nabi. Kepustakaan islam adalah pusat pendidikan, pengajaran, dan dakwah islam. Pada waktu Nabi Muahammad masih hidup masjid merupakan perpustakaan sekaligus sebagai gudang ilmu.
            Sejarah pertumbuhan bangunan masjid berkaitan erat dengan perkembangan daerah islam dan kota kota baru. Pada waktu awal islam berkembang ke berbagai negara, umat islam bertempat tinggal di tempat yang baru, dengan menggunakan sarana masjid sebagai ajang untuk kepentingan sosial. Masjid juga merupakan bentuk pengejewantahan tumbuhnya kebudayaan islam yang demikian penting.
           Konstruksi bangunan masjid yang indah dapat ditemukan di spanyol, india, suria, kairo, bagdad serta serta beberapa daerah di Afrika juga merupakan pertanda sejarah monumen umat islam yang pernah mengalami zaman keemasan pada bidang teknologi, konstruksi, seni dan ekonomi. Seni arsitektur masjid tidak terlepas dari pengaruh seni arsitektur Arab, Persia, Byzantium, India, Mesir, dan Ghotik. Bangunan dan ciri khas arsitektur masjid, semenjak zaman khalifah sampai saat ini terdapat perbedaan anatara satu dengan yang lainnya. Tetapi secara keseluruhan dilandasi adanya jiwa ketauhidan dan perwujudan rasa cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT.
E. KONSEP IPTEKS DALAM AL QUR’AN
          Secara etimologis ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang suatu kata ilmu dalam berbagai bentuknya. kata ilmu terulang 854 kali dalam al qur’an. Kata ini dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Munculnya berbagai macam ilmu pengetahuan yang semakin meluas disebabkan semakin berkembangnya objek forma yang diiringi oleh kemajuan aktifitas dan daya nalar manusia.
         Sebagai pengembangan daya pikir, ilmu adalah produk akal manusia yang mempunyai sifat relatif, sehingga tidak ada istilah final dalam suatu produk ilmu pengetahuan. Begitu juga kebenaran ilmu pengetahuan tidak ada yang bersifat mutlak dan pasti, sehingga terbuka kesempatan setiap saat untuk memperbaiki atau memperbaharuinya.
          Dalam pandangan islam, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk yang lainnnya, guna untuk menjalankan fungsi kekhalifahan. Seperti yang telah dijelaskan dalam firman Allah : “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu malaikat berkata : “sebutkanlah kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang orang yang benar”. Kemudian Allah berfirman : “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”.




my experience


DIBALIK KEHIDUPAN YANG RUMIT DAN HIDAYAH
ASEP MAHFUD / 12720045 / SOSIOLOGI
             
            Bermula dari masa kecil saya ,yang belum mengenal dunia pendidikan PAUD ,TK ,maupun SD, dll. Dari sejak kecil saya merasakan kehidupan yang kurang menyenangkan. kedua orang tua saya yang selalu beradu emosi alias bertengkar setiap harinya,yang seakan akan mereka tak pernah peduli lagi  pada saya dan adik saya yang masih kecil. Hampir setiap hari saya melihat kedua orang tua saya bertengkar ,sampai sampai lontaran suara yang mereka keluarkan membuat ku dan adikku selalu menangis ketakutan karena pertengkaran mereka. kami yang masih kecil hanya bisa terdiam melihat kelakuan orangtua saya yang emosinya telah dkuasai oleh setan , tiada hari tanpa bertengkar, adu mulut diantara mereka terdengar keras pada tetangga – tetangga dekat rumah yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga menimbulkan pembicaraan atau menghasilkan berita teraktual di lingkungan masyarakat.
            Keadaan buruk yang ada dirumah masih tetap berlangsung hingga saya menginjak pendidikan dasar (SD), bahkan setelah saya beserta keluarga menempati rumah baru yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah yang kami tempati sebelumnya ,Alhamdulillah rumah kami yang baru ini lebih bagus dan lebih besar dari rumah yang lama akan tetapi walaupun perkembangan ekonomi orangtua saya semakin baik pertengkaran antara kedua orangtua saya masih tetap berlangsung, Entah mengapa mereka tak pernah damai dalam kurun waktu yang lama .
            Saya dan adik saya yang masih berumur enam sampai delapan tahunan hanya bisa terdiam dan diam saja melihat kelakuan mereka yang tak pernah sadar akan prilaku negatif mereka di dalam rumah ,tapi lama kelamaan kebiasaan mereka bertengkar tak pernah aku hiraukan ,”terserah mereka lah mau bagaimana”.begitu tutur ku dalam hati .
            Seperti biasa setiap pagi aku dan adikku berangkat ke sekolah dengan menunggangi sepeda masing masing dan dibekali uang oleh orangtuaku seribu limaratus sampai duaribu rupiah ,bagiku jumlah uang yang diberikan cukup besar ketika di aku masih di bangku SD. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah kami tidak pernah sarapan terlebih dahulu di rumah, karena ibuku jarang masak. aku dan adikku selalu membeli makanan di warung warung yang ada di sekolah atau warung yang ada disekitaran sekolah, untuk menopang tulang punggung agar tetap bisa tegak berdiri dan belajar di sekolah .
            “teng...teng...teng “lonceng yang berada disudut sekolah telah berbunyi ,tanda waktu jam pelajaran sekolah telah usai. Jika Pulang sekolah aku tiadak pernah pulang bersama adikku karena adikku selalu lebih awal jam pulangnya.  
 
              Setiap pulang sekolah ku selalu pergi ke rumah nenekku yang rumahnya hanya melewati beberapa rumah saja dari posisi rumahku, setiap pagi sampai sore rumahku selalu kosong tak berpenghuni karena orangtuaku bekerja di sebuah kios di pasar. Setiap pagi dan sore aku dan adikku berada di rumah nenek, ketika di rumah nenek kadang-kadang aku selalu diberi nasehat-nasehat dan dongeng tentang kehidupan masalalu kakek dan nenek. Aku merasa lebih betah tinggal di rumah tua ini daripada tinggal dirumah sendiri, karena kondisi dirumah yang sudah puluhan tahun terasa damai dan tentram. Sangat berbeda dengan kondisi rumahku, hampir setiap hari selalu ada cekcok antara ibu dan ayah.
              Waktu masih terus berputar,detik demi detik hari demi hari masih terus berganti kecuali jika Allah menyuruh matahari berhenti untuk berputar. Saat itu aku telah naik kelas dari kelas empat meningkat menjadi kelas lima SD, pada waktu itu budaya kedua orangtuaku yang selalu bertengkar masih terus berlanjut, entah apa sebabnya mereka bertengkar. Hingga pada akhirnya mereka mengakhiri dengan sebuah talak dan bercerai. mereka dengan gampangnya bercerai tanpa memikirkan anak-anaknya yang masih butuh akan kasih sayang dari kedua orangtua.
               Tapi jika itu sudah merupakan kehendak dari Rabbul A’lamin, tak ada seorangpun dari semua makhluk dibumi yang bisa merubahnya. Keadaan mulai berubah aku hanya tinggal bersama ibu dan adikku, sekarang sudah tak ada lagi keramaian yang terjadi di rumah, kondisi dirumah menjadi tenang tanpa kepala keluarga. Ibuku sekarang hanya bekerja sendirian untuk mencari nafkah dan membiayaiku dan adikku sekolah. Sejak saat itu aku jarang sekali bertemu dengan ayahku dan ia pun tak pernah lagi membiayai kami untuk sekolah.
              Syukur alhamdulillah segala puji bagi Allah yang selalu melimpahkan rizki-NYA dan memberikan kekuatan  pada ibuku sehingga aku dan adikku masih bisa sekolah. Setelah beberapa bulan setelah perpisahan mereka, terkadang saya selalu berpikir dan bertanya tanya dalam hati saya tentang penyebab yang membuat kedua orangtua saya bertengkar sampai akhirnya berpisah. Dalam keadaan yang sunyi dan kesendirian, saya selalu berkata kata dalam hati saya: “mengapa hidupku rasanya tidak pernah ada kebahagiaan di dalam keluarga”, mereka tidak pernah memberikan kasih sayang yang cukup pada kedua anaknya.
              Ketika itu jabatan pengasuhan ku dan adikku yang bernama Siti Saadah, beralih pada kakek dan nenekku, dan kemudian kami tinggal bersama nenek dan kakek dari Ibu. Di hari-hari yang lalu semasa aku masih tinggal dengan kondisi keluarga yang masih utuh, orang tuaku tak pernah memberikan nasehat-nasehat atau pelajaran tentang agama dsb, berbeda ketika aku tinggal bersama kakek dan nenek, mereka selalu memberikan pelajaran dan menuntunku untuk bisa shalat,walaupun terkadang mereka sering memarahiku karena kelakuan nakal yang ku perbuat setiap hari. Hampir setiap hari aku kena marah dari kakek, walaupun aku selalu dimarahi setiap hari tapi itu semua tidak menjadikanku lebih baik atau menjadi anak yang pendiam, saya merasa malah semakin bandel tapi kenakalanku tidak tampak didepan kakek dan nenek.
                 Pada tahun 2007 saya lulus dari SDN 04 desa rawaapu kec.patimuan kab.jawa tengah, kemudian kakek menyuruh saya untuk masuk pondok pesantren yang terletak di daerah pangandaran kab.ciamis jawa barat. pondok tersebut bernama ma’had sabilil muttaqien yang berpusat di magetan jawa timur yang berdiri pada tahun 2000.
              Alasan kakek saya ingin memasukan saya di pesantren ialah karena paman saya juga mondok disana. Ketika itu ada suatu acara Maulid Nabi yang di adakan di masjid yang letaknya tak terlalu jauh dari rumah, dan kebetulan paman saya yang sedang berada di lembur akan mengikuti acara maulid nabi tersebut sebagai bintang tamu yang akan membawakan sebuah pidato berbahasa arab di acara malam maulid Nabi Muhammad saw itu.
                Di malam acara maulid Nabi berlangsung kakek saya hadir disana dan menyaksikan khithobah yang dibawakan dengan bahasa asing oleh paman saya yang umurnya tidak berbeda jauh dengan umur saya. dalam acara itu dia berpidato dengan baik dan lancar dengan bahasa asingnya, semua mustami’ yang menyaksikannya terkagum kagum sambil memberikan tepuk tangan yang meriah atas pidato yang dibawakannya itu, walaupun mungkin dari para mustami’ yang memberikan aplus hanya beberapa orang saja yang mengerti dengan bahasa arab.
               Mungkin pikirku dari situlah kakek tertarik untuk memasukkan ku ke pondok pesantren di ciamis selatan itu. Akupun tak bisa menolak dengan keinginan mereka padaku untuk sekolah mondok, lagian tak ada salahnya juga jika aku mencoba untuk hidup di ponpes sambil belajar hidup mandiri tanpa orangtua, karena saya yakin bahwa mereka hanya ingin memberikan yang terbaik padaku meskipun mereka sering memarahiku karena kenakalanku dulu.
                 Hari selasa pagi saatnya tiba untuk menyelesaikan registrasi dan memenuhi semua persyaratan persyaratan masuk pondok, Setelah semuanya selesai rasa sedih mulai terasa di dalam hati ketika semuanya pergi meninggalkan saya sendirian tanpa ditemani oarngtua.
                Kehidupan baru mulai kujalani di dalam dunia pondok, dengan perlahan lahan saya mulai  belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan yang masih asing dan wajah wajah baru yang masih belum saya kenal. Dalam lingkungan yang baru saya masih belum bisa beradaptasi dengan teman teman baru, dalam situasi seperti ini saya cenderung lebih pendiam dan pemalu dengan lingkungan dan teman teman yang masih terasa baru bagi saya.
                 Selang beberapa bulan hidup di pondok dan saya mulai terbiasa menjalani aktivitas aktivitas yang ada di pondok, saya mulai terasa betah tinggal di pondok pesantren bersama teman teman baru. meskipun banyak sekali peraturan peraturan yang harus saya jalani dan yang saya harus taati setiap harinya, termasuk ngaji yang dilaksanakan setiap hari pada waktu pagi, sore dan malam yang terkadang membuat saya sedikit jenuh dan malas untuk melaksanakannya, tapi alhamdulillah saya mempunyai seorang teman yang selalu mengajak dan mengingatkan saya sekaligus memaksa saya untuk ikut ngaji bersama sama, namanya rizki, ketika itu dia pernah berkata pada saya :“bahwa kebiasaan yang baik dan akhlak yang baik itu bermula dari sebuah paksaan, jika kita selalu memaksakan untuk berlaku baik maka lama kelamaan sikap itu kan menjadi suatu kebiasaan yang baik pula”. kata itu yang selalu saya ingat sampai sekarang.
                Mulai dari itu juga saya berusaha membiasakan diri untuk tidak lagi malas mengaji, meski ada dari beberapa teman sekelas yang sekamar yang selalu bolos mengaji setiap malam. Mungkin karena pengaruh lingkungan tersebut yang membuat saya menjadi males malesan mengaji. Memang benar apa yang dikatakan guru saya bahwa 80% hidup kita dipengaruhi lingkungan atau pergaulan sehari hari kita, ketika kita berada dilingkungan yang kotor maka kita pun akan terbawa kotor,begitu juga sebaliknya jika lingkungan yang kita tempati bersih kita pun akan bersih pula.
                 sejak saya betah hidup di lingkungan pondok pesantren, yang selalu membiayai saya untuk tetap sekolah hanya lah seorang ibu saja, sedangkan ayah saya entah kemana, dia tak pernah datang menemui anak anaknya, disaat kami membutuhkan sosok dia yang layaknya seorang ayah yang masih punya tanggung jawab kepada anak anaknya. Entah lah saya bingung harus memandang dia seperti apa dimata saya ,karena bagaimanapun dia tetap ayah saya yang harus saya hormati, walaupun terkadang saya membencinya didalam hati karena sikapnya yang seperti tidak pernah lagi peduli kepada anak anaknya yang masih butuh akan kasih sayangnya.
                 Waktu itu saya berpikir bahwa kedua orangtua saya begitu,tak pernah akur, mungkin karena mereka kurang memahami tentang ajaran islam dan sunah sunah rasulullah tentang hakekat suami istri atau hak hak suami.itu lh yang saya pikirkan waktu diponpes walaupun saya juga kurang memahaminya. Tapi yang terpenting sekarang saya ingin menjadi lebih baik dari orangtua saya.
               Hampir satu tahun saya mondok tapi saya masih belum memahami betul tentang arti shalat dan bagaimana shalat yang sah dan diterima serta untuk apa kita shalat...??  Waktu itu saya pernah membaca sebuah buku yang didalamnya bertuliskan sebuah hadist nabi yang berbunyi :“barang siapa yang di akhir hayatnya mengucap kalimat lailahaillallah Muhammadarrasulullah maka dia boleh masuk surga dari pintu manapun”. Setelah membaca matan dari hadist nabi tersebut saya mulai berpikiran dan bingung, saya berpikir dan berkata-kata dalam hati saya ,”kalo begitu tanpa shalat pun kita bisa masuk surga, dengan hanya mengucap kalimat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah saja”.begitu pikir saya yang masih dirundung kebingungan dan pertanyaan pertanyaan  yang membingungkan dalam hati.
               Kebingungan saya tentang shalat masih belum terjawab, selang beberapa hari, kemudian saya membaca sebuah buku  yang berisi cerita dari sahabat rasul saw. Dalam sebuah buku yang saya baca menceritakan seseorang yang kafir, seseorang yang menyembah pada api. Kurang lebih orang tersebut telang menyembah pada api selama tujuh puluh tahunan, alasan dia menyembah pada api karena dia tidak pernah melihat dzat Allah yang sesungguhnya. Ringkas cerita , sebenarnya orang tersebut adalah orang yang beriman tapi karena rasa keingintahuan dia yang sangat untuk melihat Allah tak pernah pernah terwujud maka dia pun berpaling dari Allah dah menyembah api yang sudah jelas terlihat wujudnya. Kemudian rasulullullah pun menemuinya dan mengajaknya berdialog serta menasehatinya untuk mau kembali ke jalan Allah SWT.
              Sebelum akhir hayatnya dia mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk islam, kemudian dia meminta pada rasul Saw untuk membuat sebuah surat sebagai pernyataan dan sebagai saksi di akherat nanti bahwa dia telah beriman dan masuk islam. Kemudian rosulullullah pun memenuhi permintaannya untuk membuat sebuah surat pernyataan bahwa dia telah masuk islam dan surat itu diselipkan di kain kafannya. Pada malam setelah kematiannya salah satu dari sahabat rasulullallah bermimpi bertemu dengan mantan penyembah api, dalam mimpinya ia melihat mantan penyembah api itu dengan pakaian yang bercahaya dan telah bahagia disana. Kemudian sahabatpun pergi menemui baginda rasul untuk menceritakan tentang apa yang telah ia lihat dalam mimipinya tersebut.
              Nah ,dari hasil cerita tersebut membuat saya semakin percaya bahwa jika diakhir hayat kita membaca kalimat tauhid maka kita akan masuk surga dari pintu manapun, karena saya berpendapat bahwa orang yang seumur hidupnya hanya menyembah api tapi di diakhir hayatnya kemudian dia masuk islam dengan beriman kepada Allah, dan dia telah mendapatkan kebahagiaan di akherat. begitu menurut buku yang saya baca.
              Dari sebuah buku dan sebuah hadist yang telah saya baca itu, telah mempengaruhi pikiran saya dan menyiratkan pertanyaan pertanyaan yang membingungkan pikiran saya. Hampir setiap hari saya memikirkan hal tersebut yang masih belum saya menemukan jawaban yang bisa menenangkan dan membuat pikiran saya lega.
              Dalam langit yang masih terlihat hitam terdengar suara ayam berkokok dan suara suara berisik dari jendela depan kamar yang di gedor gedor oleh pengurus serta asatidz yang ikut membangunkan para santri sebelum waktu adzan subuh di kumandangkan dari masjid yang jaraknya agak jauh dari asrama putra. Aku yang masih terasa ngantuk dan berat untuk bangun subuh,berusaha sekuat hati untuk memegarkan mata dan memaksakan berdiri untuk mengambil air wudlu dan bersiap siap untuk pergi ke mesjid.
              Selesai shalat subuh berjama’ah, seperti biasa pak kyai selalu meluangkan waktu, untuk kegiatan kuliah subuh. aku yang kebetulan masih terjaga dari tidur sehabis sholat subuh mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh pak kyai mahfudz tarmidzi, karena kadang kadang sehabis menunaikan shoalat berjamaah saya selalu tertidur dan tidak terlalu memperhatikan apa yang pak kyai sampaikan. Dalam ceramahnya pada kuliah subuh pak kyai menjelaskan tentang semua yang berkaitan dengan dasar dan keutamaan shalat fardhu, pak kyai mulai menjeleskan dari sebuah ayat dalam al qur’an surat al-baqarah yang yang menerangkan tentang kewajiban menunaikan shalat, yang berbunyi :  
وأقيموا الصلاة وأتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين ( البقرة : 43)                                                                        
                                 “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku”
وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ( العنكبوت : 45)                                                                              “kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan jahat dan keji”.             
              Di mulai dari kedua ayat di atas pak mahfudz mulai menyampaikan content dari ceramahnya yang menerangkan tentang semua yang berkaitan dengan shalat beserta fadhilah dari menunaikan shalat. Jarang-jarang beliau menyampaikan kuliah subuh dengan durasi waktu yang lama di waktu pagi, Hingga saya telat untuk mandi pagi dan terlambat pergi ke sekolah. Beliau begitu rinci menerangkan arti pentingnya menunaikan shalat kepada para santri santrinya. Dalam ceramah yang beliau sampaikan terdapat poin poin penting yang menjawab semua pertanyaan pertanyaan yang tersirat dalam benakku, yang berkaitan tentang kegiatan shalat yang setiap hari saya gerakan tanpa tahu apa arti sesungguhnya dari shalat itu apa. Yang saya pahami dari perkataan beliau adalah “ bahwa shalat merupakan tugas yang harus di kerjakan bagi umat muslim, tidak hanya sebagai kewajiban saja melainkan sebagai kebutuhan manusia kepada sang khaliq, dan shalat juga sebagai pembeda antara muslim dan non muslim. Dan kelak di akhirat yang paling pertama kali ditanya adalah tentang shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula amalnya dan jika shalatnya buruk maka buruklah semua amalnya”. Beliau juga pernah menjelaskan sebuah hadist yang saya sebutkan di atas. “bahwa mustahil bagi orang yang diakhir hayatnya mampu mengucapkan kalimat tauhid dengan sempurna dengan tanpa disertai amalan amalan yang wajib dan sunnah, karena sesungguhnya Allah lah yang menghendaki manusia untuk mampu mengucapkan kalimat tauhid dengan sempurna”. Setelah saya memahami apa yang di sampaikan pak kyai, saya mulai belajar shalat dengan sungguh sungguh, karena saya tahu betapa pentingnya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT terutama adalah shalat yang lima waktu yang wajib kita kerjakan.
       “kebaikan” Dimulai dari sebuah paksaan yang akan melahirkan sebuah kebiasaan yang baik.”